Halo! Bagi Anda yang lahir pada tahun 1990-an, tentu sangat gemar menyaksikan televisi, khususnya pertelevisian Indonesia. Pada tahun itu acara di televisi seolah-olah dikhususkan untuk anak-anak dan remaja. Bayangkan, hampir setiap hari selalu ada kartun maupun film animasi yang disuguhkan dari pagi sampai sore.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan teknologi, maka model tayangan maupun hasil animasi mengalami perubahan juga, lo! Pada dasarnya animasi bukan sekadar gambar bergerak saja, tetapi terdapat unsur seni dalam menciptakan gambar yang bisa bergerak. Hanya saja, dalam pemahaman masyarakat sekarang ini, film animasi terbaru hanya terkungkung pada film animasi 3D saja. Padahal, film animasi tersebut memiliki beberapa jenis sesuai zamannya.

  1. Animasi tradisional yang dikenal dengan istilah cel animation. Animasi tradisional ini bisa disebut sebagai cikal bakal animasi, yang dimulai pada abad 20-an. Animator animasi tradisional dalam proses pembuatan harus menggambar setiap frame untuk menciptakan sebuah sequence.
  2. Animasi 2D sebenarnya dapat dilakukan menggunakan teknik tradisional, Hanya saja, ketersediaan perangkat komputer, maka proses animasi 2D lebih mudah dibandingkan animasi tradisional. Pada animasi 2D ini berbasis vector dan menggunakan perangkat lunak, seperti Adobe After Effects, Flash, dan Adobe Illustrator.
  3. Animasi 3D. Pada film animasi 3D ini, proses pembuatan animasi menggunakan perangkat lunak, seperti Maya dan Cinema 4D. Bahkan, animasi 3D sering disebut sebagai CGI (Computer-Generated Imagery). Selama proses pembuatan film animasi terbaru, animator harus memikirkan detail gerakan sampai ekspresi wajah supaya tampak natural dan nyata. Metode animasi 3D pada film animasi ini sudah sering kita jumpai.
  4. Motion Graphic telah banyak digunakan pada sesuatu yang kompleks untuk menciptakan hal yang mudah dipahami. Motion graphic pada industri film animasi kerap digunakan untuk menggerakan kata (typographic).
  5. Terakhir, Stop Motion atau claymation pertama kali dikenalkan oleh Stuart Blakton. Biasanya, karakter pada film animasi terbuat dari tanah liat, boneka, maupun lego. Dalam proses pembuatan film animasi dengan metode stop motion, karakter harus difoto sesuai gerakannya. Kemudian, foto tersebut dirangkai sampai menciptakan sequence.

Itulah 4 metode pembuatan film animasi terbaru yang sudah sering kita saksikan. Bagaimana, Anda tertarik menyaksikan film dengan metode mana?